RAHADIAN ARIF RAHMAN. S. S., M.AP: MODAL MENJADI PEMIMPIN ADALAH BISA MEMIMPIN DIRI SENDIRI

Berita Unggulan, Kegiatan Sekolah, Slider

Taman, Sidoarjo — Menjadi seorang pemimpin memang tidak mudah. Bahkan tidak sembarangan orang bisa menjadi seorang pemimpin yang budiman dan laik untuk menjadi corong dalam setiap hal.

    Namun, siapapun yang berusaha untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan pasti akan mampu menjadi pemimpin, sebab usahanya jelas bukan usaha yang main-main.

Bapak Rahardian Arif memberikan hadiah kepada peserta yang telah bertanya setelah materi (Shabrina/Jurnalis)

    Persis seperti yang dilaksanakan SMKMITA (SMK Muhammadiyah 1 Taman) dalam kegiatan MPLSPDB untuk peserta didik baru tahun ajaran 2019/2020. Tidak hanya memberikan berbagai motivasi-motivasi membangun seputar entrepreneurship, SMKMITA juga memberikan motivasi-motivasi yang lain dimana salah satunya adalah motivasi kepemimpinan.

    Bersama dengan pemateri, Rahadian Arif Rahman. S. S., M.AP, SMKMITA mengadakan sebuah acara seminar motivasi bertema Leadership: Kaitannya dengan Organisasi di Aula SMKMITA kemarin, Kamis (18/07).

    “Modal menjadi pemimpin adalah bisa memimpin diri sendiri,” sahut Rahadian Arif Rahman. S. S., M.AP atau disapa dengan panggilan Pak Rahadian tersebut di awal pembuka seminar motivasinya.

    Tidak hanya membicarakan mengenai modal menjadi pemimpin, Pak Rahadian juga memberikan berbagai gagasan lain yang cukup penting untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan bagi siswa-siswi SMKMITA.

    Beliau mengatakan bahwa tidak akan bisa sesorang menjadi seorang pemimpin, jika seseorang itu tidak mempengaruhi. Bahkan beliau juga memberikan peringatan bahwa memimpin oranglain berarti harus mampu mengkomunikasikan, mampu menaklukan ego diri sendiri maupun ego oranglain.

    “Kepemimpinan itu ada dalam aspek kehidupan. Setiap individu adalah pemimpin, tetapi watak kepemimpinan berbeda,” kata Pak Rahadian tegas.

    Tak lupa, Pak Rahadian juga memberikan peringatan kepada siswa-siswi SMKMITA sebelum mengakhiri seminar motivasinya. Ia berkata, seseorang tidak akan didengar oranglain, jika ia tidak pernah mendengarkan oranglain. (Salsa—J)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *