KAPROLI DESAIN INTERIOR SMKMITA AJAK SISWANYA ME RE-DESAIN RUANGAN JADI LEBIH AESTHETIC

Berita Unggulan, HEADLINE, Kegiatan Sekolah

Taman, Sidoarjo – SMK Muhammadiyah 1 Taman ajarkan siswanya me redesain, dengan mengubah ruangan kepala sekolah menjadi aesthetic, khususnya jurusan Desain Interior. Selasa, (16/11)

Me redesain merupakan kegiatan mengubah, menata ulang ruangan yang sudah ada menjadi sesuatu yang lebih aesthetic, bagus, dan indah. Praktik me redesain menjadi media SMKMITA dalam mengembangkan kompetensi keahlian siswa Desain Interior.

Para siswi jurusan Desain Interior bersama membuat ukiran di stiker. (Zulfa-J)

Hal itu disampaikan oleh Shafyna El Baatul, S.Ds selaku guru pembimbing jurusan Desain Interior.

“Jadi siswa Desain Interior kelas 11 ini membantu membuat ukiran di stiker, stikernya kan sudah menempel ya itu nanti di cutting dibentuk tulisan SMKMITA. Sebenarnya pekerjaannya ini fleksibel, kita pakai jam produktif mereka untuk pengerjaan project itu, tapi nggak semuanya. Hanya lima anak,” jelas Shafyna.

Lanjutnya, beliau sangat mengapresiasi atas semangat dan antusias anak didiknya yang berhasil mengaplikasikan materi dan ilmu yang didapatnya di kelas.

“Cukup senang, mereka bisa mengaplikasikan materi dan ilmu yang mereka dapat di kelas dan sudah diterapkan di sekolah. Walaupun skalanya kecil mereka tidak membuatnya dari nol. Namun saya benar-benar bisa mengapresiasi mereka karena telah bekerja dengan baik,” kata Shafyna.

Sebagian hasil dari pengaplikasian ukiran di stiker tampak dari luar ruangan. (Zulfa-J)

Kegiatan ini digelar untuk menyesuaikan keadaan di dunia kerja. Bila mana siswanya dihadapkan dengan project-project seperti ini, diharapkan siswanya bisa cepat tanggap dalam menggarap project tersebut dan bisa menyelesaikan segala tantangan yang ditemuinya dalam dunia kerja.

“Kami berharap, mereka bisa mendapatkan banyak pengalaman dari sekolah untuk dijadikan bekal saat menghadapi tantangan yang ada di dunia kerja,” tandas Shafyna.

Nala, salah satu siswa XI DI (Desain Interior) yang tergabung dalam pengerjaan project me redesain, menuturkan, kegiatan mengcutting sekaligus menggambar logo dan nama sekolah, sangatlah berguna untuk mengasah skill siswa dan bisa dijadikannya pengalaman pada saat turun ke lapangan kerja.

“Dikarenakan mengcutting juga bisa melatih kesabaran dan ketelatenan saya pribadi, karena sikap itulah dibutuhkan seseorang dalam bekerja di bidang desain interior dan furniture ini,” jelasnya.

Nala berharap, dengan adanya kegiatan ini bisa menjadi media Nala dalam menambah ilmu, mengasah skill mendesain, serta pengetahuan proses dalam bekerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *