BPPMHKP Surabaya II Ajak Siswa SMK MITA Kenali Ciri Ikan Segar dan Bermutu
Taman, 16 Oktober 2025 – Seluruh siswa kelas XI SMK Muhammadiyah 1 Taman (SMK MITA) mendapatkan pengalaman berharga melalui kunjungan dari Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) Surabaya II.
Kegiatan yang berlangsung di aula lantai 1 SMK MITA ini dimulai setelah salat dhuha dan berlangsung dari pukul 07.50 hingga 10.12 WIB. Acara dibuka oleh Gatot Krisdiyanto, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala Sekolah SMK MITA, dan Dudung Daenuri, S.St.Pi., M.Si., selaku Kepala BPPMHKP Surabaya II.
Kunjungan ini merupakan bagian dari program Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan 2025 dengan tema “Badan Mutu KKP Goes to School”. Tujuannya adalah untuk mengenalkan kepada siswa cara membedakan ikan segar dan ikan berformalin, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya konsumsi ikan yang bermutu.
Materi Edukatif Tentang Ikan Segar
Pemateri Laminem, S.Pi., M.P., menjelaskan bahwa ikan merupakan sumber gizi tinggi yang mengandung omega-3, bermanfaat untuk meningkatkan kecerdasan otak (IQ) dan menjaga kesehatan tubuh.
Beliau juga menyampaikan anjuran konsumsi ikan berdasarkan usia:
– Anak <6 tahun: 85–141 gram/minggu
– Usia 6–8 tahun: 113–170 gram/minggu
– Usia >9 tahun: 227–340 gram/minggu
Selain itu, Laminem memaparkan cara menjaga kesegaran ikan, yakni dengan menyimpannya di freezer atau tempat bersuhu dingin.
Ciri-ciri ikan segar antara lain:
– Mata cerah dan menonjol
– Kulit tidak rapuh, daging padat dan kenyal
Sedangkan ikan tidak segar memiliki mata cekung dan pudar, insang berwarna cokelat, serta berbau asam.

Tak hanya ikan, Laminem juga menjelaskan ciri cumi dan udang segar.
Cumi segar memiliki tinta tidak pecah, daging elastis, warna cerah, dan disimpan di freezer tanpa bahan pengawet berbahaya.
Sementara udang segar memiliki kulit keras, daging kenyal, tidak berbau menyengat, dan berwarna bening.
Waspadai Bahaya Formalin
Dalam penjelasannya, Laminem juga memaparkan tentang formalin, yaitu cairan bening berbau menyengat yang mengandung 37% formaldehida dan 10–15% metanol.
Formalin sangat berbahaya bagi kesehatan karena dapat menyebabkan gagal ginjal, sesak napas, dan reaksi alergi jika terhirup atau masuk ke tubuh.
Demo Uji Formalin
Setelah sesi materi, acara dilanjutkan dengan demonstrasi penelitian formalin pada ikan segar yang dipandu oleh tim analisis kimia laboratorium BPPMHKP Surabaya II.
Kegiatan ditutup dengan pesan dari Laminem:
“Semoga edukasi ini bermanfaat bagi siswa dan orang tua agar lebih cermat dalam memilih produk ikan yang segar dan aman dikonsumsi.”
(Penulis: Nayla Syahfitri & Nabila Rahadatul – X AK)

