Ciptakan Sinar – Sinar Surga di Keluarga, PRA se Sepanjang Gelar Kajian Rutin “Mengelola Keluarga Sakinah”
Seluruh Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) se-Kecamatan Sepanjang menggelar kajian rutin bertema “Mengelola Keluarga Sakinah” di Masjid Al-Fatah Gilang, Ahad (9/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 11.00 WIB ini diikuti sekitar 180 anggota aktif dari berbagai PRA di wilayah Sepanjang. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Kajian rutin ini digelar sebagai salah satu upaya memberikan wawasan kepada anggota ‘Aisyiyah, baik bagi mereka yang telah memasuki jenjang pernikahan maupun sebagai bekal bagi generasi yang akan menjalani kehidupan berumah tangga.
Ketua PRA Gilang, Anis Sudariah Ningsih, membuka kegiatan dengan harapan seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi para peserta.
“Semoga kegiatan kita nanti dapat berjalan dengan lancar dan kita pulang dengan membawa ilmu yang bermanfaat untuk diri sendiri, keluarga, dan masyarakat,” ujarnya.
Kajian Keluarga Sakinah

Kajian kali ini menghadirkan Umi Thohiroh, S.Ag., MH., Sekretaris MTK PWA Jatim. Ia membawakan materi “Mengelola Keluarga Sakinah” sebagai kelanjutan dari pembahasan pada kajian sebelumnya.
Dalam penyampaiannya, Umi Thohiroh mengajak peserta memahami pentingnya membangun sekaligus mengelola kehidupan keluarga agar tercipta rumah tangga yang harmonis dan penuh ketenangan.
Ia juga mengajak peserta memahami bahwa berbagai persoalan yang terjadi dalam kehidupan merupakan bagian dari skenario Allah SWT, baik dalam kondisi yang dianggap baik maupun buruk.
Menurutnya, pemahaman tersebut penting karena kehidupan rumah tangga tidak lepas dari berbagai persoalan yang dapat memicu konflik, bahkan dalam kondisi tertentu dapat berujung pada perceraian.
Beberapa persoalan yang dapat menjadi pemicu konflik dalam rumah tangga antara lain kondisi ekonomi yang dirasa kurang mencukupi, tinggal bersama mertua, kurangnya komunikasi antara suami dan istri, perbedaan latar belakang sosial dan budaya, pengaruh media sosial, serta kurangnya pemahaman mengenai hak dan kewajiban masing-masing sebagai suami dan istri.
Jika berbagai persoalan tersebut tidak diselesaikan dengan baik, masalah dapat berkembang menjadi konflik yang semakin kompleks.
Pentingnya Bekal Sebelum Menikah
Karena itu, Umi Thohiroh menekankan pentingnya peran keluarga dalam memberikan pembekalan kepada anak-anak yang belum atau akan memasuki kehidupan pernikahan.
Pembekalan tersebut diperlukan agar calon pasangan memiliki pemahaman, kesiapan, dan kemampuan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan rumah tangga.
Dengan kesiapan yang baik sejak awal, pasangan diharapkan mampu membangun komunikasi yang sehat, memahami hak dan kewajiban masing-masing, serta menyelesaikan berbagai persoalan secara bijaksana.
Dengan demikian, konflik dalam rumah tangga dapat diminimalkan sehingga kehidupan pernikahan dapat berjalan secara harmonis.
Pada akhir penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Para peserta terlihat antusias memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai pertanyaan seputar kehidupan keluarga.
Peserta juga diajak untuk selalu berpikir positif ketika menghadapi konflik dan berusaha mencari solusi, bukan justru memperbesar persoalan.
“Ketika ada konflik kita harus segera untuk mencari solusi dengan berpikir positif, bukan malah menyalakan api dan membesar-besarkan masalah yang ada,” ungkapnya.
Kajian dan Layanan Kesehatan Gratis

Selain memperoleh ilmu dan wawasan tentang keluarga sakinah, peserta juga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
Pemeriksaan tersebut diberikan oleh tim dari RS Khotijah sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap kesehatan anggota ‘Aisyiyah yang mengikuti kegiatan.
Dengan adanya layanan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan penguatan wawasan mengenai kehidupan keluarga, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka.
Kegiatan berlangsung dengan antusiasme peserta hingga akhir acara. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai momentum kebersamaan seluruh peserta.
Sebagai penutup, Umi Thohiroh berpesan kepada seluruh peserta agar terus berupaya membangun keharmonisan dan kebahagiaan dalam keluarga.
“Ayo ciptakan sinar-sinar surga di keluarga kita, di anak-anak kita,” pesannya.
Pesan tersebut menjadi pengingat agar keluarga dapat menjadi tempat tumbuhnya kasih sayang, ketenangan, dan kebahagiaan bagi seluruh anggotanya.
Penulis: [MELATI – JURNALIS – XI MP]
Respon Pengunjung