Dari Sistem Asesmen Kompetensi Minimum Hingga Perubahan Model Soal Yang Lebih Menarik Dari Sebelumnya

Berita Unggulan, Kegiatan Sekolah, Slider

Pengaplikasian soal HOTS untuk program Asesmen Kompetensi Minimum akan lebih menarik dan lebih mudah diingat daripada soal-soal dengan penguasaan materi pelajaran serta materi kurikulum sebelumnya. Hal itu disampaikan oleh Waka Kurikulum SMK Muhammadiyah 1 Taman M. Haris Setiawan, S.Pd.I

Seperti yang telah diketahui, soal HOTS nantinya diperlukan untuk pelaksanaan AKM atau Asesmen Kompetensi Minimum 2021, yang merupakan sebuah program yang telah diputuskan oleh Kementrian dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk seluruh jenjang sekolah baik SD/SMP/SMA/K. Oleh karenanya, para guru SMK Muhammadiyah 1 Taman diikutkan Pelatihan Pembuatan Soal HOTS yang dilaksanakan di Aula serba guna SMKMITA. Sidoarjo, (4/2/2021)

M. Haris Setiawan menjelaskan bahwasannya program AKM ini nantinya bukan hanya peserta didik yang akan dihadapkan dengan soal-soal tersebut. Tetapi juga guru dan kepala sekolah nantinya. Dikatakan juga bahwa Asesmen Kompetensi Minimum ini hanya diberlakukan bagi kelas 6 SD, 8 SMP, dan juga kelas 11 SMA/K. Ketika ditanyai mengapa kelas 12 atau kelas jenjang akhir tidak termasuk peserta AKM, beliau menjawab bahwa program ini tidak wajib dilakukan oleh kelas jenjang akhir. Akan tetapi, diperbolehkan mengikuti jika berminat, dengan cara mendaftarkan diri ke pihak sekolah.

Guru SMKMITA sedang mendiskusikan program pengaplikasian soal HOTS untuk program Asesmen Kompetensi Minimum (athiyyah – J )

“Pelatihan pembuatan soal HOTS ini bertujuan agar melatih Bapak/Ibu guru dalam mempersiapkan soal-soal ujian juga. Contohnya seperti PTS dan PAS. Soal-soal tradisional seperti sebelumnya akan dihilangkan nantinya, dan diubah dengan sistem HOTS.” tegasnya.

Jika peserta didik diberikan soal tentang Literasi, Numberasi, maka guru dan kepala sekolah nantinya akan mengerjakan soal berupa survei karakter dan juga survei lingkungan belajar untuk program Asesmen Kompetensi Minimum yang akan terlaksana sekitar bulan September 2021.

Pada dasarnya, AKM dinilai lebih efektif dan juga lebih dibutuhkan karena tujuannya adalah menilai karakter siswa dalam memahami materi serta menilai sekolah dalam mengelola suatu pembelajaran.

Nantinya, peserta didik akan diminta membaca soal dengan cermat kemudian dianalisa. Selain itu juga peserta didik bisa mencoba untuk mengaplikasikan dalam kehidupan nyata.

“Pastinya akan lebih menarik karena pada jawaban A, B, C, D, E itu benar semua tetapi ada 1 yang lebih benar dari ke-4 pernyataan tadi. Semoga saja lebih memudahkan murid-murid,” tutup Haris Setiawan.

Penulis : Endah – J

2 thoughts on “Dari Sistem Asesmen Kompetensi Minimum Hingga Perubahan Model Soal Yang Lebih Menarik Dari Sebelumnya”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *