INTIP KESERUAN PERSONEL JURNALIS SMKMITA DI MOJOKERTO

Berita Unggulan, Slider

Taman, Sidoarjo – Tahun ajaran baru akan segera datang, Komunitas Jurnalis mantabkan tekad untuk perkenalkan diri kepada peserta didik baru.

Kali ini jurnalis SMKMITA adakan study tour untuk pengambilan short movie yang nantinya akan digunakan untuk memperkenalkan Komunitas Jurnalis. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari yakni Selasa (28/6) dan Rabu (29/6).

Hari pertama anggota jurnalis memilih SMK Muhammadiyah 1 Taman sebagai tempat pengambilan video pembukaan dan video kegiatan lainya, kegiatan ini menyeret Niken Rona Aisyah sebagai vloger utama.

Pada hari kedua pengambilan video dilakukan di luar kota yakni kota Mojokerto, kali ini anggota jurnalis memilih Candi Tikus sebagai tujuan utama.

Candi Tikus ini berada di Jl. Trowulan Kabupaten Mojokerto, mereka mengambil foto dan video di taman yang terhampar luas disekitar Candi Tikus, pemandangan yang asri dan sejuk menambah nilai estetika foto.

Sejarah Candi Tikus ini sangat lah menarik, diceritakan pada zaman dulu banyak sekali hama tikus yang berada di pemukiman warga, setelah diikuti ke mana perginya para tikus mereka masuk ke dalam gundukan tanah setelah gundukkan tersebut digali para warga ditemukanlah candi tersebut.

Tidak hanya di Candi Tikus, mereka juga menghampiri Museum Trowulan yang berlokasi di Jl. Pendopo Agung Kabupaten Mojokerto, tempat ini menyimpan banyak sekali barang-barang antik yang berusia ratusan tahun.

Museum Trowulan ini memamerkan koleksi-koleksinya, antara lain ada miniatur/maket candi, arca, mata uang kuno, guci dari tanah liat, keramik, alat-alat rumah tangga, dan beberapa patung hariti.

Para anggota jurnalis tak luput akan budaya mereka juga mengunjungi Museum Gubug Wayang, yang berlokasikan di Jl. R.A. Kartini Kabupaten Mojokerto.

Keseruan tim Jurnalis SMKM1ta saat berada di Museum Gubug Wayang. (Fitri-J)

Sesuai dengan namanya museum ini banyak sekali menyimpan wayang golek dari berbagai macam daerah, tak hanya wayang golek di dalam museum ini terdapat beberapa jenis gamelan, sepeda antik, topeng, dan juga beberapa patung.

“Marilah kita belajar dari sejarah, dengan sejarah kita tau arti kehidupan. Manusia yang baik dan bermartabat adalah manusia yang bermanfaat,” tutur Margani selaku penjaga Museum Gubug Wayang.

Penulis: chory jr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *