JADI ORATOR ILMIAH DI WISUDA, BEGINI PESAN DIRUT PT DMU SURABAYA

Berita Unggulan, Kegiatan Sekolah, Slider

Yogyakarta – Wisuda SMK Muhammadiyah 1 Taman sukses digelar di Yogyakarta dengan mengundang salah satu mitra dunia industri. Abdullah Smith, Direktur PT Daya Matahari Utama berkesempatan hadir dan berkenan memberikan orasi ilmiah mengenai dunia kerja di kegiatan wisuda yang bertempat di Graha Satya Hotel.

Dalam kesempatan tersebut pria berkacamata itu menyampaikan bahwa dunia kerja itu sudah tidak lagi siapa yang besar akan menang tapi siapa yang cepat dia yang berpeluang menjadi pemenang. “Saya berkesempatan hadir disini karena juga kebetulan akan bertemu dengan mitra kerja yang ada di Yogyakarta meskipun berangkat tadi pagi jam 5 dan nanti malam saya harus sudah berada di Surabaya lagi untuk agenda selanjutnya,” ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa Ketika sudah di dunia kerja tidak boleh leha-leha atau santai. Jika hal tersebut dilakukan maka siap-siap akan tergilas dan ketinggalan. “Jangan mudah ngeluh, santai-santai nanti akan tergilas dan tertinggal,” ujarnya.

Dia juga menceritakan pengalamannya dahulu sebagai motivasi. Dia pernah membuat surat lamaran pekerjaan sebanyak 50 tetapi hanya 3 yang dibalas. Namun dari 3 yang membalas ternyata tempatnya jauh semua. Akhirnya ada tempat bekerja di sepanjang dan menekuninya sambil mengikuti kuliah.

Dia mengingatkan bahwa jika sudah masuk di dunia kerja itu diibaratkan masuk hutan belantara yang harus mempunyai banyak bekal untuk beradaptasi. “Bekal yang kalian dapatkan di sekolah itu terbatas sedangkan kalian akan memasuki dunia kerja itu bagaikan masuk hutan belantara,”tegasnya.

Di akhir orasinya dia berpesan jika sudah diterima kerja agar selalu mengupgrade wawasan dan skill agar tidak ketinggalan. Selain itu juga berpesan jangan sampai mencoba resign dengan alasan bosan atau capek. Karena semua pekerjaan itu melelahkan dan kadang membosankan. “Sekali anda resign masih banyak yang antri di belakang anda untuk menggantikan,” pesannya.
Dia juga menambahkan bahwa apapun kondisinya harus tetap kuat dalam menghadapi segala masalah. “Nek jare wong jowo iku abot enteng lakonono (berat maupun ringan tetap jalani),” tambahnya. (MAF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *