Merajut Ukhuwah Islamiah di PCM Sepanjang

Berita Unggulan, Slider

Momen Idul Fitri masih terasa hingga akhir bulan Juni ini. Hal ini terbukti ketika Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sepanjang menggelar acara Halal bi Halal (HBH) bersama Ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan mengundang seluruh pegawai dan karyawan yang ada di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah Sepanjang serta warga Muhammadiyah se-cabang Sepanjang pada Ahad kemarin (23/06).

Namun agak berbeda dari biasanya, acara HBH yang biasanya diselenggarakan pada pagi hari atau malam hari itu diselenggarakan pada sore hari di area masjid Ad Dakwah dikarenakan padatnya jadwal orang nomor 1 di Muhammadiyah tersebut keliling Jawa Timur.

Selain untuk ajang HBH, Acara tersebut juga dijadikan momen pelantikan Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah dan Pimpinan Ranting Nasyiatul Aisyiyah se-cabang Sepanjang oleh Pimpinan Cabang Pemuda dan Nasyiatul Aisyiyah Sepanjang.

Acara pelantikan pun menjadi lebih istimewa karena disaksikan langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Pelantikan Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah se-cabang Sepanjang

Dalam tausyiahnya beliau menyampaikan beberapa poin yang berkaitan dengan pasca Ramadhan. Salah satunya adalah ayat ke-134 di surat Ali Imron.

“Sudahkah kita berinfaq, baik di waktu lapang maupun sempit, sudahkah kita mampu menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain?”, tanyanya di hadapan peserta HBH.

Di samping itu beliau mengungkapkan mengapa Muhammadiyah bisa besar dan maju. Ada beberapa faktor yang diantaranya adalah karena kokoh agamanya, sistemnya dan ideologinya.

Dalam tausyiahnya, beliau mengutarakan bahwa Muhammadiyah sejak dulu sudah menerapkan Islam berkemajuan. “K.H. Ahmad Dahlan dulu pernah berpesan jadilah kyai yang maju, jadilah dokter yang maju, jadilah insinyur yang maju dan lain-lain,” sebutnya.

Di akhir tausyiahnya beliau juga menyinggung tentang pencerahan yang menjadi branding Muhammadiyah, beliau berpesan agar diri kita selalu tercerahkan. “Muhammadiyah tidak akan bisa mencerahkan dan memajukan Islam jika kita sendiri belum tercerahkan dan berkemajuan,” tutupnya dalam tausyiah. (Fahmi)

Tinggalkan Balasan