DATANGKAN AKTIVIS MANCANEGARA, SMKMITA BERIKAN EDUKASI TENTANG HAK ASASI PEREMPUAN

Berita Unggulan, Kegiatan Sekolah, Slider

Taman, Sidoarjo — Hak asasi ternyata tidak hanya bersifat universal. Namun juga memiliki sifat klasifikasi. Dimana hal ini dibuktikan oleh Lembaga AIESEC Indonesia Cabang Surabaya yang berkesempatan untuk berkunjung ke SMKMITA (SMK Muhammadiyah 1 Taman), dalam rangka “tour education” mereka mengenai edukasi Hak Asasi Perempuan.

Mendatangkan beberapa narasumber dari negara-negara luar seperti Jerman, Rusia, India, Thailand dan Jepang, lembaga yang bergerak dalam bidang sosial ini berhasil menyampaikan edukasi sederhana mereka mengenai Hak Asasi Perempuan di SMKMITA, (07/08).

Mr. Francis yang berasal dari cina sedang memberikan materi ‘Hak Asasi Perempuan’ (Shabrina/Jurnalis)

“Apa ya? Sebenarnya Hak Asasi Perempuan di Indonesia itu bagi kami (AIESEC Indonesia) masih bahkan sangat-sangat tabu. Patriarki sangat dijunjung tinggi disini, nah that is why kami (AIESEC Indonesia) mau memberi sedikit edukasi, kalau emansipasi itu perlu ada,” terang Alex selaku Ketua Lembaga AIESEC Indonesia Cabang Surabaya saat di wawancarai.

Pemaparan-pemaparan mengenai Hak Asasi Perempuan yang meliputi Kesetaraan Gender dan melemahnya patriarki di negara luar juga turut disampaikan oleh Lembaga AIESEC Indonesia sebagai bentuk edukasi sederhana bagi siswa, khususnya siswi SMA/K Sederajat.

“Kami (AIESEC Indonesia) enggak bermaksud merubah, hanya ingin memberi edukasi dan meluruskan stigma saja. Soalnya apa ya? Rasanya terkesan kurang adil, apabila perempuan tidak diberikan kebebasan seperti hal nya laki-laki,” ujar Alex.

Alex juga berpendapat bahwa perempuan merupakan suatu makhluk yang layak untuk hidup bebas tanpa terpenjara dengan stigma masyarakat. Perempuan layak memperoleh emansipasi dan berkembang sesuai dengan bakat sekaligus keinginan yang ada di hati, tanpa harus dipaksa atau diatur-atur untuk berhenti.

“Ini tabu, tetapi berhak bagi siswi untuk tahu. Sebab siswi ini adalah calon-calon perempuan hebat. Jadi ya enggak ada salahnya untuk berkembang. Dan enggak ada salahnya untuk survive sesuai dengan passion mereka, keinginan mereka, gitu sih,” tambah Alex.

Alex bersama AIESEC Indonesia meyakini bahwa perempuan juga memiliki kelayakan untuk berdiri setara seperti laki-laki. Namun, Alex pun mengatakan bahwa lembaga sosialnya ini hanya sekadar memberi sebuah edukasi. Tidak berupaya untuk merubahnya tanpa berpikir dua kali.

“Enggak berusaha merubah, ini edukasi. Universal sekali. Semua orang harus tahu, kita hidup di zaman yang serba maju soalnya. Kalau kita enggak berpikir maju, ya mau gimana, ‘kan?” tutup Alex.

Penulis. Salsa Nabila Azzahra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *