PERINGATI HARI PAHLAWAN, RAHMATULLAH S.PD: JANGAN SAMPAI SATU KESALAHAN, MERUSAK SEMUA KEBAIKAN

Berita Unggulan, Kegiatan Sekolah

Taman, Sidoarjo — Ir. Soekarno pernah mengatakan, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa pahlawannya.”

Kiranya perkataan presiden pertama itu menjadi salah satu alasan dari dilaksanakannya upacara peringatan Hari Pahlawan di SMKMITA (SMK Muhammadiyah 1 Taman), hari ini. Senin, (11/11).

“Tanggal 10 November adalah hari bersejarah bagi bangsa kita. Bangsa Indonesia. Hari dimana kita mengingat kembali semua perjuangan pahlawan-pahlawan kita, khususnya pahlawan yang berjuang merebut kemerdekaan Indonesia di Surabaya,” tutur Rahmatullah, S.Pd atau kerap disapa Pak Rahmat selaku pembina upacara.

Ia juga menceritakan tentang bagaimana beratnya tugas seorang pahlawan, dan tentang bagaimana pahlawan merelakan seluruh hidup dan matinya untuk sebuah kemerdekaan.

“Dulu pahlawan berat perjuangannya. Dengan modal bambu runcing, mereka melawan para penjajah. Berteriak mereka mengatakan, “Allahuakbar, Allahuakbar!” Bahkan mereka tidak takut mengatakan, “Merdeka atau Mati” untuk sebuah kemerdekaan,” tambah guru Seni Budaya itu.

Tidak hanya menceritakan perjuangan pahlawan merebut kemerdekaan, Rahmatullah, S.Pd juga turut berpesan agar siswa-siswi SMKMITA lebih membuka mata dan kesadaran bahwasanya saat ini Indonesia belum benar-benar merdeka.

“Kalian (siswa-siswi SMKMITA) belum sepenuhnya merdeka, kalian masih harus berjuang. Berjuang menuntut ilmu, mencari dan menambah ilmu. Sebab di tangan kalian, kemajuan negeri ini berada. Kalian calon-calon pemimpin yang sesungguhnya,” sahut Rahmatullah S.Pd penuh penegasan.

Sebelum menutup amanatnya sebagai pembina upacara di Halaman SMKMITA, Rahmatullah, S.Pd juga berpesan agar siswa-siswi SMKMITA kelak bisa benar-benar menjadi pemimpin dalam segala bidang. Dan tentunya harus amanah.

“Amanah. Amanahlah. Kelak ketika kalian dipilih menjadi seorang pemimpin amanahlah. Dan satu lagi pesan saya, jadilah pemimpin yang berpegang teguh dengan kalimat; jangan sampai satu kesalahan merusak semua kebaikan,” tutupnya. (Salsa/Jurnalis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *