SERBUAN TES GENOSE C19 DI SMKMITA, DISAMBUT ANTUSIAS OLEH SISWA

Berita Unggulan, Kegiatan Sekolah

Taman, Sidoarjo – Penemuan baru dalam dunia medis saat ini sedang ramai diperbincangkan. Hadirnya sebuah alat canggih yang digunakan untuk mendeteksi infeksi virus Corona melalui embusan napas yang bernama GeNose C19 disambut antusias oleh berbagai pihak. Salah satunya adalah SMK Muhammadiyah 1 Taman yang memberlakukan tes GeNose C19 untuk peserta didiknya. Rabu, (28/7)

Pagi tadi, seluruh siswa Kelas X di SMKMITA telah melangsungkan tes GeNose C19 di ruang teori 1.Dalam tes ini seluruh peserta tes dinyatakan negatif Covid dengan total keseluruhan 67 siswa, dengan rincian 24 siswa X TKJ, 22 siswa X OTKP, 6 siswa X TF (Teknik Furniture), dan 15 siswa X AKL. Tes ini dilakukan oleh tiga petugas medis dari PCM Cabang Taman.

Salah satu siswa SMKMITA yang sedang melakukan tes GeNose C19. (Farah-J)

“Alhamdulillah lancar ya, walaupun awalnya sedikit takut dan gugup tapi saat tes sudah tidak takut lagi. Lega banget saat tahu hasilnya negatif,” ungkap Hazel Maulia X AKL saat telah merampungkan tesnya.

Dijelaskan oleh Rulita Azizah, S.Sos selaku pembimbing PMR SMKMITA, bahwasanya tingkat akurasi tes GeNose C19 hanya 35% saja, sehingga hasil dari tes ini tidak dapat dijadikan acuan bahwa seseorang telah terbebas dari Covid.

“Karena informasinya Covid itu penyebarannya melalui udara, hadirlah tes GeNose C19 sebagai pendeteksi Covid melalui embusan napas untuk pertama kalinya,” jelas Rulita.

Siswa yang sedang menunggu hasil dari tes GeNose C19. (Farah-J)

Adapun syarat yang harus dilakukan siswa sebelum melakukan tes GeNose C19 yakni tidak makan dan minum satu jam sebelum melakukan tes kecuali air putih. Hal itu penting dilakukan karena dapat memengaruhi tingkat akurasi tes.

“Saya berharap semuanya sehat, jika melakukan semua tes Covid maka hasilnya negatif semua. Semoga saja tes ini bisa dilakukan satu bulan satu kali,” tandas Rulita.

Sementara Hazel menambahkan, bahwasanya ia berharap dengan adanya tes GeNose ini, kita bisa kembali sekolah offline agar ia dapat menyerap ilmu yang diajarkan oleh bapak/ibu guru secara langsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *