TUTUP FORTASI DENGAN NILAI POSITIF DAN TIPS MILIKI BUDI PEKERTI LUHUR

Tak Berkategori

Taman, Sidoarjo – Empat hari telah terlewati, kini tiba pada bagian penutupan fortasi. Meski masih dalam situasi pandemi seperti satu tahun sebelumnya, tetapi semangat para peserta masih sama bahkan lebih terlihat euforianya. Jumat, (16/7)

Pada penutupan fortasi tahun ini, diawali dengan perkenalan organisasi otonom dan ekstrakurikuler yang ada di SMK Muhammadiyah 1 Taman, perkenalan tersebut bertujuan agar peserta didik baru dapat memilih organisasi otonom dan ekstrakurikuler yang sesuai dengan minat dan bakatnya. Dilanjut dengan penjaringan BTQ oleh tim tajdied.

Tak berhenti sampai di situ, Reno Hariyadi, M.Pd.I jadi narasumber materi akhlak dan budi pekerti pada penutupan fortasi tahun ini. Beliau memaparkan bahwa budi pekerti yang luhur adalah salah satu tujuan agama, karena agama Islam diturunkan oleh Allah untuk memberi rahmat bagi seluruh manusia.

“Budi pekerti merupakan penyebab terjalinnya persatuan dan kasih sayang di antara sesama, kasih sayang akan terwujud dengan akhlak yang baik karena itu lebih bermakna dari materi duniawi,” ujar Reno Hariyadi, M.Pd.I.

Beliau juga menjelaskan ciri-ciri orang yang berakhlak baik yakni orang-orang yang menahan amarah dan memaafkan terhadap sesama manusia, seperti yang tercantum dalam surah Al Imran ayat 134.

“Orang yang rugi adalah orang yang datang menghadap kepada Allah dengan membawa pahala ibadahnya tetapi ia dulu pernah menyakiti orang lain karena pahala tersebut akan habis dibagikan kepada orang yang pernah ia sakiti, maka dari itu akhlak yang paling mulia merupakan akhlak yang pahalanya sangat besar dan kelak akan dimuliakan oleh Allah SWT,” jelas beliau.

Pada kesempatan kali ini, beliau menuturkan bahwasanya orang dengan akhlak yang baik akan mendapatkan pahala yang sama besarnya dengan orang yang rajin salat tahajud dan berpuasa.

Sebagai penutup, beliau memberikan tips agar memiliki budi pekerti yang luhur, di antaranya ialah mengikuti teladan Rasulullah dan berkumpul dengan orang-orang yang memiliki budi pekerti yang luhur. Oleh sebab itu kita harus pandai dalam memilih pertemanan karena secara tidak langsung pertemanan menentukan baik dan buruknya akhlak kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *